Sabtu, 03 Maret 2012

Siapa yang nge-Fans Kami?


Idola oh idola…
Siapa sih idolamu ?
Agnes Monica, Taylor Swift,  Owl City, Super Junior,  Obama, atau ??
Kenapa sih kamu mengidolakan mereka ?


Keren, kagum, gaul, atau hanya mengikuti tren ?
Mmm..di zaman yang serba modern didukung teknologi yang canggih, semua orang bias mengidolakan atau pun menjadi idola seseorang. Hal tersebut didasari oleh berbagai sebab dan alasan. Mulai dari alasan yang logis hingga alasan yang tak terjangkau akal pikiran. Pernahkah kamu merelakan waktumu untuk bertemu ataupun mengikuti aktivitas idolamu? Padahal ada hal yang lebih penting disaat yang bersamaan. Atau mungkin kamu pernah menemui orang yang seperti itu? Ayo coba ingat-ingat.
Yuk, coba kita intip remaja-remaja di luar. Mungkin bukan hal yang asing melihat orang yang sangat mengidolakan “sangidola”.  Sehingga sering kali sang pengidola mengikuti gaya “sang idola” dari ujung kaki hingga ujung rambut, hal yang disukai atau pun tidak, bahkan keyakinannya pun diikuti tanpa pikir panjang. Ckckck, bahaya !
Bayangkan,  bagaimana masa depan bangsa kita kalau kaum remajanya seperti itu adanya? Tak terbayang apa jadinya. Padahal Allah menganugerahkan kita dengan kelebihan masing-masing. Sering kali kita melupakan nikmat kelebihan yang Allah berikan pada kita. Kita terlanjur terpesona oleh orang lain dan sibuk mengidolakannya dengan berlebihan. Sampai kapan remaja mau seperti ini ? Jawablah dengan sebaik-baik perbuatan, bukan ucapan.Oke :D
Jadi, kalo begitu kita harus gimana dong? Eits..., jangan sampe kita kembali ke zaman purbakala alias masih jamane-jamane sembah-sembah berhala. Sembah berhala? Maksud lo? Iya, maksudnya jangan sampai kita lebih mementingkan mereka-mereka itu dibandingkan dengan Sang Pencipta mereka, yakni Allah Azza wa Jalla. Mau bukti , bahwa tak sedikit orang yang lebih mementingkan mereka yang cakep di luar doang ketimbang Dia? Kalo Ath-thullabers atau teman Ath-thullabers lagi nonton konser, kira-kira yang lebih diminati untuk dilakukan yang mana sih,  shalat? Atau lihat muka mereka dulu berjam-jam? Yups, kebanyakan mereka lebih memilih jawaban yang kedua, mejeng di depan panggung berjam-jam, walau kaki udah pegel sekaligus ngilu dan kesemutan, aduh...kayaknya sayang banget untuk dilewatin walau sedetik. Iya kan? Harga satu tiket konser JB yang belum lama digelar berapa hayoo? Gak nanggung-nanggung, VIP-nya ampe 5 jeti. Wouu... fantastis banget kan. Tapi lebih fantastis lagi, kalo uang yang udah mereka tabung , minta, atau hasil keringat tersebut digunakan untuk beramal di jalan-Nya misalnya bersedekah, yang lebih bahaya lagi apabila mereka telah bernadzar demi selain Allah, yang jelas-jelas ini termasuk perbuatan syrik akbar. Naudzu billahi min zalik dehh…kalo kayak gitu Lebih enak mana coba, dibalas oleh Allah SWT. dengan 700 kali lipat atau dibalas dengan kulit yang kelihatannya sempurna itu doang? Kalo emang kamu suka sama seleb mending kamu ambil yang positif-positifnya aja dari mereka misalnya etos kerja yang disiplin dengan waktu. Nggak usah deh kamu teriak-teriak buat mereka.
So, untuk apa lagi menjadikan mereka yang bagai superstar sebagai pengisi otak-otak kita? Lebih indah kalau kita menjadikan sang akhlak terbaik yakni Nabi Muhammad SAW. sebagai seseorang yang mengisi mimpi indah kita di malam hari ketika bintang tak berderang, ketimbang harus ngarep SUJU atao JB meluk Ath-thullabers. Walau dalam mimpi? Aduh...kagak guna. Titik. Apa sih yang kurang dari Baginda Rasullullah? Dalam kondisi dan kedudukan sepertia apa pun Rasulullah merupakan contoh tertinggi dan suri tauladan bagi  seluruh umat manusia. Tidak ada kesempurjnaan pada diri seseorang, meski apa dan bagaimana pun keadaanya, kecuali bila dia mampu menjadikan Al-Amin sebagi uswah hasanah. Catet tuh...

0 komentar:

Posting Komentar