Sabtu, 12 Februari 2011

Kalbu yang Bening Sebagai Penyangga Persaudaraan


Add caption

Rasulullah SAW. pertama kali tiba di kota Madinah pada awal tahun pertama Hijriah. Beliau mengetahui orang-orang yYahudi dan Kaum Musyrikin telah lama bermukim di Kota itu. Walaupun demikian Beliau sama sekali tidak berencana untuk menyingkirkan meraka. Awalnya Rasulullah SAW menganggap mereka akan menyambut islam dengan baik. Kalaupun demikian setidaknya mereka tidak akan secepat kaum penyembah berhala dalam melancarkan permusuhan terhadap islam.

  
Orang-orang yahudi dan kaum musyrik itu telah mengetahui tujuan kedatangan Rasulullah SAW, yaitu untuk menyebarkan agama islam, untuk berbuat kebaikan, dan untuk menghadapi kehidupan yang luhur, yaitu kehidupan akhirat. Lagipula agama yang dibawa beliau menghormati Nabi Musa AS dan mengakui kitab suci yang dibawanya. Beliau juga mengajak mereka agar melaksanakan hukum-hukum, dan berpegang teguh dengan ketentuian-ketentuan yang ditetapkan dalam kitab Taurat.

Namun, stelah kaum Anshar melihat hal itu, orang-orang yahudi di Madinah merasa cemas dan dicekam berbagai macam ketakutan. Mulai saat itu, mereka merencanakan berbagai macam cara untuk menghancurkan islam dan menjerumuskan orang-orang muslim dalam melakukan perbuatn yang tercela. Rasulullah SAW menyadari dan mengetahui tabiat-tabiat orang yahudi tersebut, dan Rasulullah ingin melindungi orang-orang muslim dari tabiat buruk mereka. Rasulullah SAW kemudian memberikan pengarahan kepada kaum muslim untuk memiliki kalbu yang bening untuk menjaga diri dari kalbu yang keruh. Beliau berpesan kepada para sahabatnya," Wahai sahabat-sahabatku! Sesungguhnya ada empat ragam kalbu. keempat ragam kalbu itu adalah kalbu yang bening didalamnya terdapat seperti lentera yang berpendar, kalbu yang tertutup yang tutupnya terikat, kalbu yang terbalik, dan kalbu yang berlapis.

Kalbu yang bening adalah kalbu orang yang beriman yang didalamnya terdapat lentera yang berpendar. Kalbu yang tertutup adalah kalbu orang kafir. Kalbu yang terbalik adalah kalbu orang munafik. Dan kalbu yang berlapis adalah kalbu yang mengandung iman dan munafik, iman yang ada didalamnya bagaikan sayuran yang disiram air bersih, sedangkan kemunafikan didalamnya bagaikan bisul yang bernanah dan  berdarah. unsur mana yang paling dominan, itulah yang paling mendominasi.
Baca Selengkapnya →Kalbu yang Bening Sebagai Penyangga Persaudaraan Read More..