Sabtu, 19 November 2011

Penentram Suasana yang Penuh Dedikasi

Pak Irfan… sosok yang senantiasa ada di balik kesuksesan kita. Mendedikasikan hidup demi berkorban menjaga dari gangguan, baik gangguan yang berkaitan dengan kenyamanan maupun keamanan lingkungan Cendekia.
Oke, pada edisi kali ini , kami dari kru ath thullab akan membahas kepribadian seorang Pak Irfan dengan terperinci hingga dapat membuat ath thullabers lebih memahami akan dirinya secara mendalam.
Irfan I Nisa, itulah nama lengkap lelaki yang lahir dan dewasa di Gorontalo, daerah tercinta tempat berdirinya sekolah kita. Memang sebuah nama yang sudah tak asing di kalangan Cendekia, termasuk anak-anak angkatan 15 yang masih berumur jagung disini. Sehingga lebih memudahkan kita berkomunikasi dengannya. Ia mampu melaksanakan tugas dengan begitu lancar. Terbukti, selama ia bekerja sebagai pegawai keamanan, tak pernah ditemukan kejadian-kejadian yang meresahkan, misal pencuri yang datang dari luar kampus Insan Cendekia. Pekerjaan dilakukan tanpa mengenal rasa lelah, sebab “kecintaan terhadap pekerjaan”.
Kini usianya sudah berkepala empat. Konsistensinya terhadap pekerjaan membuatnya tetap merangkul jabatan penting demi kelancaran proses pembelajaran kita. Selama itulah, ia harus rela meninggalkan keluarganya di rumah . Dua saudara kandung berbeda jenis kelamin turut menghiasai setiap kepulangannya. Mereka adalah Fitra dan Ikron, keduanya merupakan buah hatinya bersama Ibu Maryati.
Bukan perkara mudah untuk sepenuhnya rela bertanggung jawab sebagai suami sekaligus orang tua bagi putra-putri hingga 12 jam lamanya. Sungguh membuat hati jadi rindu. Namun sekali lagi, berkat “kecintaan pada pekerjaan” bisa memberi spirit untuk menjalankan amanat sejak lima tahun lalu itu.
Terlepas dari kesibukan, ia selalu meluangkan waktunya untuk sekadar merefresh otak setelah seharian berkeliling dan mengawasi keadaan sekitar, dengan mencoba teka teki silang mungkin sedikit kejenuhan dapat terhapuskan. Dalam benaknya, tak penah sirna ingatan tentang pekerjaannya di perusahaan pertambangan, tepat sebelum ia benar-benar bekerja di IC.
Hingga kini, salah seorang penentu yang penuh dedikasi ini kerap memberi perhatian kepada para siswa yang ia sayangi. Ia memiliki harapan terhadap siswa untuk tetap berperilaku jujur, patuh akan perintah, bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita serta menghormati guru, karyawan, teman dan semua yang membantu menggapai mimpinya itu.
Selain itu, disela-sela aktivitas yang menyibukkan, dalam sanubarinya terpikirkan bagaimana kita tidak menyia-nyiakan jasa-jasa agungnya. Patutlah baginya untuk mendapat penghormatan kita yang tidak tentu menghargai atau bahkan memerhatikan pengorbanannya.
Akhirnya, alangkah baiknya jikalau kita mau mengambil pelajaran dari sifat dedikasi yang ditunjukkan Pak Irfan. Inilah arti keikhlasan beramal yang perlu kita contoh dimasa mendatang.

0 komentar:

Posting Komentar